Jagadmedia.com, BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan gambut di Desa Cintapuri, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, menjadi tantangan bagi petugas pemadam. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 25 hektare, sementara proses pemadaman masih berlangsung.
Kebakaran terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 11.25 Wita, melanda lahan yang ditumbuhi semak belukar, pohon galam, dan pohon sawit. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, petugas baru berhasil memadamkan api pada sekitar satu hektare lahan ketika laporan penanganan diterima.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke area lainnya.
“Karhutla di Cintapuri masih dalam proses penanganan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pengendalian secara bertahap. Kami juga mengutamakan keselamatan petugas serta terus memantau perkembangan api agar tidak semakin meluas,” ujar Wasis.
Penanganan dilakukan BPBD Kabupaten Banjar melalui Satgas Darat bersama Pospol Cintapuri, Polsek Simpang Empat, unsur Polri, BPK Kulawarga, BPK Simpang Empat Bersatu, Relawan BPBD, serta relawan kecamatan.
Selain pemadaman, petugas melakukan asesmen, pendinginan, dan pemantauan terhadap area yang telah terbakar. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala karena bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah dan memicu kebakaran kembali.
Pambakal Desa Cintapuri, Hj. Yuliani, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan yang telah turun langsung membantu penanganan Karhutla di wilayahnya.
Menurutnya, keterlibatan petugas, pemadam kebakaran, dan relawan sangat berarti dalam menghadapi kebakaran yang mengancam kawasan lahan di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan, baik dari BPBD, TNI-Polri, BPK, relawan, maupun semua pihak yang telah membantu penanganan Karhutla di Desa Cintapuri. Kami sangat menghargai kerja keras dan kepedulian mereka yang terus berupaya memadamkan api di lapangan,” ujar Hj. Yuliani.
Ia berharap seluruh petugas dan relawan diberikan keselamatan serta kesehatan hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran.
Hingga laporan penanganan diterima, penyebab kebakaran di Desa Cintapuri belum diketahui. Upaya pengendalian terus dilakukan untuk mencegah api menjalar ke kawasan lain.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama ketika kondisi lahan mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila melihat asap maupun titik api.









