Jagadmedia.com, BANJAR – Semangat warga Desa Benteng, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) mendapat perhatian dalam penilaian Lomba Kawasan Bebas Jentik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Penilaian berlangsung di Aula Desa Benteng, Jumat (25/9/2026) pagi, mulai pukul 08.00 Wita. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih dan Bebas Demam Berdarah”.
Suasana penilaian berlangsung hangat. Sekitar 80 orang dari berbagai unsur masyarakat dan instansi turut hadir memberikan dukungan. Bagi warga Desa Benteng, kegiatan tersebut bukan hanya tentang penilaian lomba, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
Proses evaluasi dilakukan oleh tim penilai gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang diketuai Hj. Mariana, bersama perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Sri Widiastuti dan Husnul Khatimah.
Pemerintah Desa Benteng menyambut baik kegiatan tersebut. Pambakal Benteng, Suriansyah, melalui Sekretaris Desa Akhmad Sarpai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan stakeholder yang selama ini aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, penilaian tersebut hendaknya tidak dipandang hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi sebagai pengingat bahwa pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Kehadiran tim penilai ini bukan sekadar evaluasi lomba, melainkan pemicu semangat bagi warga kami untuk terus membudayakan pola hidup bersih dan sehat. Bebas jentik berarti melindungi keluarga kita dari ancaman DBD,” ungkap Akhmad Sarpai.
Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh. Sebab, upaya mencegah DBD tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul kasus, tetapi harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Senada, Kepala staf Seksi Pemerintahan Desa Benteng, Helda, menilai keberhasilan desa mengikuti tahapan penilaian merupakan buah dari kerja sama berbagai pihak.
Ia menyebut antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Antusiasme warga dan dukungan instansi sangat luar biasa. Lomba ini menjadi momen penguat bahwa urusan kesehatan dan kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Helda.
Penilaian tersebut juga dihadiri Camat Pengaron beserta Ketua TP-PKK Kecamatan, Danramil, Kapolsek, Kepala UPT Puskesmas Pengaron, Kepala Penyuluh KB, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD).

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan jentik nyamuk membutuhkan kolaborasi. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, hingga masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan tetap bersih.
Pemerintah Desa Benteng berharap semangat yang terlihat selama penilaian tidak berhenti setelah lomba selesai.
Gerakan membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta memastikan tidak ada tempat yang menjadi sarang jentik diharapkan terus dilakukan secara rutin.
Sebab bagi warga Desa Benteng, lingkungan bebas jentik bukan semata-mata untuk mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi merupakan bagian dari upaya sederhana untuk menjaga keluarga tetap sehat dan lingkungan tetap nyaman ditinggali.









