Jagadmedia.com, BANJAR – Harapan keluarga untuk menemukan Muhammad Fahran (32), warga Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, dalam keadaan selamat, berakhir duka. Pria yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Waduk Riam Kanan itu ditemukan meninggal dunia pada Jumat (9/10/2026) pagi.
Jenazah Fahran ditemukan sekitar pukul 05.30 Wita di kawasan perairan Desa Benua Riam, Kecamatan Aranio. Sebelumnya, pencarian dilakukan setelah jukung yang digunakannya ditemukan tenggelam, sementara sejumlah barang miliknya terlihat mengapung di permukaan waduk.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis (8/10/2026) malam, ketika Fahran berangkat mencari ikan menggunakan jukung. Aktivitas yang biasa dilakukan itu berujung petaka setelah korban tak kunjung diketahui keberadaannya.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfiannor membenarkan penemuan jenazah warga Desa Bunglai tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 01.30 Wita, seorang saksi bernama Abdiansyah sempat melihat Fahran berada di sekitar Pantai Pancurmas. Saat itu, korban masih terlihat seorang diri di atas jukungnya.
Namun, situasi berubah beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 03.00 Wita, saksi kembali melihat sejumlah benda mengapung di perairan Waduk Riam Kanan. Benda-benda tersebut berupa kotak ikan dan senter yang diketahui merupakan milik korban.
Temuan itu memunculkan kekhawatiran. Abdiansyah kemudian menghubungi paman korban, Bahri, serta Ipul dan Ijum untuk bersama-sama melakukan pencarian.
Saat menyisir perairan di sekitar lokasi, mereka menemukan jukung milik Fahran dalam kondisi tenggelam. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan di perairan waduk.
Pencarian pun berlanjut hingga Jumat pagi. Setelah dilakukan penyisiran, Fahran akhirnya ditemukan sekitar pukul 05.30 Wita dalam keadaan meninggal dunia.
Pencarian Fahran melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel Polsek Aranio, Posramil Aranio, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Tim Rakat bersama Borneo Rescue, Basarnas, hingga masyarakat setempat.
Sinergi aparat, tim penyelamat, dan warga menjadi bagian penting dalam proses pencarian setelah korban dilaporkan hilang dan jukungnya ditemukan tenggelam.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah korban.






