Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Al-Irsyad Al-Islamiyyah dan Relawan Komsa Turun ke Jalan

Jagadmedia.com, BANJAR – Di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, ribuan warga tetap harus keluar rumah untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat paparan asap yang berisiko mengganggu saluran pernapasan.

Melihat kondisi tersebut, Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kalimantan Selatan bersama Relawan Pemadam Kebakaran Komsa mengambil langkah nyata dengan membagikan 6.000 masker kepada masyarakat di kawasan lampu merah Sekumpul, Jalan A. Yani, Martapura.

Tak hanya masker, bantuan berupa obat-obatan dan vitamin juga disalurkan kepada warga yang melintas. Pengendara roda dua dan pengguna jalan lainnya menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut, Jumat (9/10/2026).

Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan meski kualitas udara terdampak asap karhutla.

Bendahara Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kalimantan Selatan, Ali Said Thalib, mengatakan bantuan tersebut merupakan upaya untuk meringankan kekhawatiran masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi darurat asap.

“Jangan sampai masyarakat harus memilih antara mencari nafkah dan menjaga kesehatan. Kami memahami banyak warga yang tetap harus bekerja di luar rumah. Karena itu, kami ingin hadir melalui bantuan yang bisa langsung mereka manfaatkan,” ujarnya.

Menurut Ali Said, dampak karhutla tidak semestinya hanya dilihat dari luas lahan yang terbakar. Ancaman terhadap kesehatan masyarakat juga perlu menjadi perhatian bersama, terlebih bagi warga yang setiap hari terpapar asap saat bekerja maupun berkendara.

Data yang dihimpun mencatat luas lahan terbakar di Kabupaten Banjar mencapai 6.301 hektare. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat 2.221 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga September 2026.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlu disertai langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.

Ali Said berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko paparan asap. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan saling membantu selama bencana karhutla masih berlangsung.

“Situasi seperti ini membutuhkan kepedulian semua pihak. Kami berharap masyarakat tetap waspada, menjaga kesehatan, dan tidak menganggap remeh dampak asap. Mudah-mudahan karhutla segera terkendali agar aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut sejalan dengan peran Al-Irsyad Al-Islamiyyah dalam bidang pendidikan, pengajaran, dakwah, sosial, dan kesehatan.

Bersama Relawan Pemadam Kebakaran Komsa yang berkedudukan di Kompleks Sa’adah, Sungai Paring, Martapura, pihaknya berharap aksi tersebut dapat menjadi dorongan bagi berbagai pihak untuk ikut mengambil peran dalam melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

Di tengah kepungan asap, kepedulian seperti ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi warga agar tidak menghadapi dampak bencana sendirian. Namun, perlindungan diri tetap penting, termasuk menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Pos terkait