breaking news New

Guru Di Indonesia Menempati Posisi Ke-5 di Dunia, Sebagai Profesi yang Dihargai dan Dihormati oleh Masyarakat.

Global Teach Status Index (GTSI) menempatkan Indonesia pada posisi ke-5 dari hasil surveinya, lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara yang ikut berpartisipasi di Eropa atau Amerika. survei dilakukan pada 35 Negara untuk mengeksplorasi bagaimana sikap masyarakat terhadap guru dan pengajar.

Salah satu pertanyaan survei, masyarakat diminta untuk mengurutkan guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan kepala sekolah terhadap 11 pekerjaan lainnya. Menurut GTSI, 1000 masyarakat di indonesia mengatakan profesi guru paling mirip dengan pekerjaan sosial (24 persen) atau menjadi pustakawan (21 persen).

Untuk Jawaban kurang populer adalah perawat (15 persen), dokter (10 persen) dan kepala pemerintah daerah (4 persen). hanya di Cina, Rusia dan Malaysia dimana masyarakatnya menempatkan mengajar sebagai yang paling mirip statusnya dengan menjadi dokter.

Orang Indonesia menilai sistem pendidikan mereka 6,98 dari 10, penilaian diri tertinggi keenam dari 35 negara.

Advertisement

Pada pertanyaan tentang bagaimana guru dipandang di kelas oleh siswa di indonesia, dua dari tiga peserta survei di Indonesia mengatakan mereka pikir murid menghormati guru mereka (66 persen), persentase tertinggi kelima dari semua 35 negara, di belakang Ghana (70 per persen), India (77 persen), Uganda (79 persen) dan China (81 persen).

Di seluruh Eropa sendiri memiliki tingkat pesimisme yang tinggi tentang rasa hormat siswa terhadap guru dari pada di Asia, Afrika, dan Timur Tengah, Di sebagian besar negara Eropa yang disurvei, lebih banyak responden berpikir bahwa murid tidak menghormati guru.

Mengenai berapa lama guru tetap menghabiskan waktu untuk bekerja (termasuk di luar sekolah untuk penilaian dan perencanaan) selama semester, laporan itu mengatakan, di semua negara kecuali Indonesia, Finlandia, Italia, dan Cina, masyarakat umum ‘secara sistematis meremehkan bagaimana banyak guru bekerja per minggu, seringkali lebih dari 10 jam seminggu’. Orang Indonesia memperkirakan 33,6 jam per minggu, dibandingkan dengan 31,9 jam yang sebenarnya dilaporkan oleh guru.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password