Jagadmedia.BANJAR – Meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banjar menjadi sinyal serius menjelang puncak musim kemarau. Dalam waktu kurang dari dua bulan, luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 117 hektare dengan 17 kejadian kebakaran dan 130 titik panas terpantau di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Banjar mengerahkan seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat melalui penetapan status siaga darurat Karhutla dan kekeringan yang berlaku mulai 15 Juli hingga 30 September 2026.
Langkah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Senin (20/7/2026).
Menurut Yudi, peningkatan kejadian Karhutla sejak Juni hingga pertengahan Juli menjadi dasar pemerintah mengambil langkah cepat sebelum kondisi semakin memburuk saat puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada September mendatang berdasarkan prakiraan BMKG Kalimantan Selatan.
“Sudah terjadi Karhutla di sejumlah lokasi, muncul titik-titik panas, meningkatnya kebakaran permukiman, serta kekurangan air bersih di beberapa wilayah,” ujarnya.

Penetapan status siaga darurat juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta berbagai regulasi mengenai penanggulangan bencana.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkab Banjar telah mengaktifkan pos komando dan pos lapangan siaga darurat. BPBD bersama instansi terkait diperkuat dengan dukungan TNI, Polri, relawan, hingga berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Yudi menegaskan, penanggulangan Karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD semata, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
“Kolaborasi ini harus dipertahankan karena bencana merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Khusus kepada aparatur sipil negara (ASN), Yudi mengingatkan agar menjadi teladan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. ASN juga diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara hemat selama musim kemarau, mengamankan dokumen penting dari risiko bencana, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Selain mengingatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla dan kekeringan, Sekda juga mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program pembangunan karena Pemerintah Kabupaten Banjar telah memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026.
“Sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan secara optimal agar seluruh program dan kegiatan dapat diselesaikan sesuai target,” pungkasnya.








