Jagadmedia.com, BANJAR – Guna mencegah penyalahgunaan narkoba sejak usia sekolah terus dilakukan di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.
Salah satunya melalui sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di SMP Negeri 2 Cintapuri Darussalam, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Polsek Cintapuri Darussalam yang memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan, pendidikan, masa depan, hingga lingkungan sosial.
Sosialisasi ini juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjauhi narkoba dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan maupun peredarannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Cintapuri H. Norman, BPD Desa Cintapuri, serta perangkat Desa Cintapuri.
Sekretaris Desa Cintapuri H. Norman mengatakan, edukasi tentang bahaya narkoba penting diberikan sejak bangku sekolah. Menurutnya, pelajar merupakan generasi yang akan meneruskan pembangunan di desa maupun daerah.
“Kami sangat mendukung kegiatan sosialisasi seperti ini. Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba, sehingga mereka bisa menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh lingkungan,” ujar H. Norman.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sebagai penyampaian materi, tetapi juga menjadi bekal bagi para pelajar dalam menentukan pergaulan dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, anak-anak bisa fokus belajar, mengejar cita-cita dan menjadi generasi yang sehat serta memiliki masa depan yang baik. Pencegahan tentu lebih baik dilakukan sejak dini,” katanya.
H. Norman juga menilai pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya dari aparat penegak hukum maupun sekolah.
“Peran orang tua, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat sangat penting. Kalau semua ikut mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anak-anak, Insyaallah lingkungan kita bisa semakin kuat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.
Sementara itu, melalui sosialisasi tersebut para pelajar diharapkan semakin memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga ancaman yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, hubungan keluarga dan masa depan generasi muda.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah desa dan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
