breaking news New

Surat Untuk Sahabat, Pengagum Warna Ungu.

Sahabat,
Aku ingin bermimpi indah malam ini, berteman biru langit, melepas sejenak penat, Sejenak berhenti pula jejaki jalan-jalan sunyi, tak ku ingini bermimpi seperti tadi malam, sungguh menakutkan! Terperanjat bangun dalam pekat, tak tahu kenapa aku di hantui mimpi yang mengerikan, banyak yang ingin aku ceritakan sebelum aku berangkat esok nanti, Rasa tak sabar untuk menunggu hari berganti pagi, kalau saja mimpi itu kembali, pastinya malam terasa bagitu panjang.

Sahabat,
Aku ingin pulang, rindu akan hamparan sawah sebebas mata memandang, suara gemercik ombak pantai yang terdengar indah bagi gendang telingaku, Masa-masa bocahku terlewati disana, disana kulihat kupu-kupu bebas terbang, disinipun ada kupu-kupu, memang tak kalah indah tapi terbuat dari lampu, disana suara muadzin dan kokok ayam yang membangunkanku, disini suara mesin yang maraung dan bising klakson-klakson kendaran yang bangunkanku, disana ku tinggal petik buah mangga di halaman, disinipun ada buah-buahan yang segar, tapi harus pergi ke swalayan.

Sahabat,
Malam ini aku merasa cengeng, tapi pada siapa aku harus merengek, rasanya malu diusiaku sebegini ini aku harus tersendu, seandainya engkau duduk di sampingku, tentu kau akan ceritakan tentang negerimu seindah yang kudengar, tentang kisah-kisahmu yang menggelikan, tentang harimu yang mebahagiakan pun memilukan, aku ingin melihat bibirmu bergerak mengeluarkan suara, sembari ku tatap lesung pipitmu, aku ingin mengadu padamu tapi terlalu jauh, juga aku terlalu takut mengganggumu, aku ingin mengunjungimu, Untuk saat ini biarlah aku cukup bahagia kalau kau menyapa.

Saat kau baca email ini mungkin aku sudah ada diantara para nelayan dan petani, menikmati goreng pisang dan secangkir teh hangat setiap pagi, sembari mebicarakan hal-hal yang janggal dan tak pernah masuk akal, tak ada cita-cita mau jadi presiden Pri? Loh kok nanya seperti itu, kukernyitkan dahi ku. Yah…. kalau kamu jadi Presiden kau bisa jadikanku Menteri Peranan Wanita, hahahhahaha, itu adalah dialog sebulan yang lalu, sahabatku.

Apa adanya, polos, tak ada kepura-puraan, seperti masa bocahku, aku rindu itu.

Jika kau baca email ini malam hari, mungkin saat itu aku sedang berada di beranda di depan rumah bersama teman-teman kecilku, sembari menikmati secangkir kopi pahit, agar bisa menahan berat kantuk, mereka kan setia mendengar kisah-kisah dan joke-joke yang ku punya.

Sahabat, jika kamu punya waktu aku akan menunggu telephon mu. Aku titip JapaMantra yah, singgah lah sesekali jika kau punya cukup sedikit waktu luang.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password