Tiga Jasad Dievakuasi dari Perut KM Virgo, Penyelam Tembus Kapal Terbalik di Kedalaman 24 Meter

  • Whatsapp

Jagadmedia.com, BANJARMASIN – Setelah berhari-hari terkendala kondisi laut, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 akhirnya kembali membuahkan hasil. Bukan dari permukaan laut, melainkan dari dalam badan kapal yang terbalik dan terbaring di dasar Laut Jawa.

Tiga jasad korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan melalui penyelaman di kedalaman sekitar 24 meter, Jumat (18/9/2026).

Evakuasi tersebut menjadi salah satu momen penting dalam operasi SAR hari keenam. Para penyelam harus masuk ke bagian dalam kapal yang berada di bawah air untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, keputusan melakukan penyelaman baru diambil setelah kondisi laut dinilai cukup aman bagi personel yang bekerja di bawah air.

Menurutnya, keselamatan penyelam tetap menjadi pertimbangan utama karena pencarian dilakukan dalam kondisi medan yang tidak mudah.

“Cuaca hari ini cukup mendukung, baik di permukaan maupun di bawah air. Kondisinya memungkinkan tim penyelam melaksanakan evakuasi korban,” ujar Yudhi saat konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keenam di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat malam.

Upaya penyelaman pun langsung membuahkan hasil.

Sekitar pukul 12.28 Wita, seorang korban laki-laki berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam badan kapal. Selang kurang lebih 40 menit kemudian, tepatnya pukul 13.10 Wita, dua korban lainnya kembali ditemukan oleh tim TNI AL.

Ketiganya ditemukan dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak.

Situasi tersebut membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan dengan mudah. Tim penyelam harus membuka akses menuju ruangan dengan memecahkan kaca bagian kapal agar jasad korban dapat dikeluarkan.

“Ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak, sehingga tim penyelam harus memecahkan kaca untuk dapat mengeluarkan jasad korban dari bagian dalam kapal,” jelas Yudhi.

Tiga korban tersebut terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

Setelah berhasil dikeluarkan dari badan kapal, ketiganya kemudian dipindahkan ke KN SAR Kamajaya sekitar pukul 18.30 Wita. Selanjutnya, korban dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk proses lebih lanjut.

Operasi bawah air ini melibatkan kekuatan personel TNI AL. Sebanyak 20 personel dikerahkan, terdiri dari 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II TNI AL.

Bagi tim SAR, keberhasilan menemukan tiga korban di dasar laut sekaligus menjadi bukti bahwa pencarian masih memiliki peluang meski medan operasi sangat berat.

Yudhi menuturkan, kondisi cuaca akan terus menjadi salah satu faktor penentu dalam setiap penyelaman. Ketika kondisi memungkinkan, kesempatan tersebut akan langsung dimanfaatkan tim untuk kembali menyisir bagian kapal maupun kawasan sekitar lokasi kecelakaan.

“Operasi SAR akan terus dilaksanakan untuk mencari dan menemukan korban yang masih belum ditemukan. Setiap kesempatan dengan kondisi yang memungkinkan akan kami manfaatkan untuk melakukan penyelaman,” tegasnya.

Hingga Jumat (18/9/2026) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 117 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara sembilan orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 126 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dengan demikian, operasi SAR belum berakhir.

Justru, temuan tiga korban dari dalam kapal pada kedalaman 24 meter kembali membuka harapan bagi tim gabungan untuk menemukan korban lainnya.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita pada 13 September 2026. Pada hari yang sama, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Di tengah luasnya perairan dan beratnya medan bawah laut, operasi penyelaman Jumat kembali menunjukkan bahwa pencarian terus bergerak. Tiga korban berhasil dikeluarkan dari dalam kapal yang terbalik sebuah proses yang menuntut keberanian, ketelitian, sekaligus perhitungan keselamatan yang ketat dari para penyelam.

Pos terkait