42 Anggota DPRD Absen di Puncak Hari Jadi Banjar, Isu Perjalanan Dinas Ikut Disorot

  • Whatsapp

Jagadmedia.com. BANJAR – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar pada Jumat (14/8/2026) menyisakan sorotan terhadap kehadiran anggota DPRD Kabupaten Banjar.

Pemkab Banjar sebelumnya dikabarkan telah menyiapkan kain atau pakaian sasirangan bagi anggota DPRD Kabupaten Banjar untuk dikenakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76. Namun, saat puncak perayaan digelar, hanya tiga dari total 45 anggota DPRD yang terlihat hadir.

Ketiganya yakni Ketua DPRD Kabupaten Banjar H. Agus Maulana Rusli, Wakil Ketua DPRD H. Irwan Bora, serta anggota DPRD Iqbal Khalilurrahman.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sehari sebelumnya, para anggota DPRD Kabupaten Banjar mengikuti rapat paripurna dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dengan mengenakan pakaian adat Banjar.

Kehadiran yang sangat terbatas pada puncak peringatan pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, pakaian sasirangan yang disiapkan pemerintah daerah merupakan bagian dari dukungan terhadap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Banjar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian anggota DPRD yang tidak hadir diduga sedang melaksanakan perjalanan dinas ke luar daerah. Sementara sebagian lainnya disebut berhalangan karena kondisi kesehatan.

Namun demikian, alasan ketidakhadiran tersebut tetap menjadi sorotan publik karena puncak Hari Jadi merupakan salah satu agenda penting daerah yang melibatkan pemerintah, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat.

Sorotan semakin berkembang setelah sebelumnya muncul informasi mengenai dugaan persoalan perjalanan dinas anggota DPRD. Salah seorang anggota DPRD yang meminta identitasnya tidak disebutkan bahkan sempat menyinggung persoalan perjalanan dinas sekaligus fenomena pergantian pakaian dalam agenda kedinasan.

Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius agar pelaksanaan tugas kedewanan tetap mengedepankan moralitas, integritas, serta tanggung jawab kepada masyarakat.

“Sebenarnya kita miris dan sangat prihatin terkait dengan moralitas dan integritas yang katanya anggota dewan yang terhormat. Pada kenyataannya masih ada yang senang mempermainkan tugas perjalanan dinas,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya praktik perjalanan dinas yang dikaitkan dengan agenda tertentu, termasuk persoalan yang ia sebut sebagai “kungker ganti baju”.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Terlepas dari persoalan tersebut, minimnya kehadiran anggota DPRD pada puncak Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar menjadi catatan tersendiri. Masyarakat tentu berharap para wakil rakyat dapat menunjukkan keteladanan serta memberikan penghormatan terhadap momentum penting daerah yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas Kabupaten Banjar.

Pos terkait