Jagadmedia.com, BANJAR – Ratusan pesilat dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Bupati Banjar CUP di GOR Desa Indrasari,
Kecamatan Martapura, Sabtu (8/8/2026).
Kejuaraan yang digelar IPSI Kabupaten Banjar pada 7-9 Agustus 2026 ini dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-76 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pembukaan dilakukan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur. Turut hadir Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Ketua IPSI Kalsel, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli dan sejumlah pejabat lainnya.
Saidi mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan yang tahun ini diperluas hingga melibatkan peserta dari luar Kalsel.
“Pesertanya bukan cuma dari Kalsel, tapi juga sampai Kalteng,” ujar Saidi.
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang mengasah kemampuan atlet, tetapi juga mempererat silaturahmi antardaerah. Ia berharap pembinaan pencak silat dapat melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.
Menariknya, kejuaraan ini juga mempertandingkan kategori usia dini. Para pesilat cilik tampil penuh semangat dan mendapat perhatian penonton.
“Yang paling unik itu tingkat usia dini. Sangat luar biasa semangatnya. Bahkan ada yang menangis, tapi bukan karena sakit, melainkan karena antusiasmenya,” kata Saidi.
Kejuaraan ini diikuti kontingen dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, sejumlah daerah di Kalteng seperti Pulang Pisau, Palangka Raya dan Kapuas, serta peserta dari Kaltim. Total terdapat 22 perguruan silat yang ambil bagian.
Ketua IPSI Kabupaten Banjar Iwan Bora mengatakan, kejuaraan ini tidak hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjaring atlet berbakat, mempererat persaudaraan dan melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa.
Iwan juga menyampaikan bahwa Pemkab Banjar tengah memproses pembangunan GOR baru yang ditargetkan dapat selesai pada 2027.
“Jika GOR ini rampung, kita bisa menampung kejuaraan dengan fasilitas yang jauh lebih memadai,” jelasnya.
Ia mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.
“Di atas matras kita adalah lawan, tetapi di luar matras kita adalah saudara,” pungkas Iwan.








