Jagadmedia.com, BANJAR – Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi bencana. Hal inilah yang didorong melalui kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana sekaligus pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Benteng, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut berlangsung di Aula Desa Benteng, Kamis (23/7/2026) mulai pukul 09.00 Wita.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari unsur pemerintahan desa, tetapi juga melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT serta tokoh masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat ini dinilai penting karena penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kesiapsiagaan harus dibangun bersama, mulai dari tingkat pemerintah desa hingga lingkungan masyarakat.
Pambakal Desa Benteng, Suriansyah, menyambut baik pembentukan Desa Tangguh Bencana tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapan masyarakat apabila sewaktu-waktu menghadapi bencana.
“Pembentukan Desa Tangguh Bencana ini sangat penting bagi kami. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujar Suriansyah.
Ia mengatakan, unsur aparat desa, BPD, RT dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi serta menggerakkan warga ketika menghadapi situasi darurat.
Dengan adanya pembinaan tersebut, lanjutnya, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengambil langkah cepat dan tepat untuk melindungi diri, keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini masyarakat semakin tanggap dan tidak panik ketika menghadapi bencana. Yang terpenting adalah keselamatan warga dan bagaimana kita bisa saling membantu dalam kondisi darurat,” katanya.
Suriansyah juga berharap semangat kesiapsiagaan tersebut dapat terus dipelihara di tingkat desa. Menurutnya, menjadi desa tangguh bukan sekadar memiliki status atau mengikuti kegiatan, tetapi bagaimana seluruh masyarakat memiliki kepedulian dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
“Kita memang tidak menginginkan bencana terjadi. Tetapi kesiapan harus dibangun sebelum bencana datang,” pungkasnya.
Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Benteng diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat, sehingga warga memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, mengurangi dampak serta bangkit lebih cepat apabila bencana terjadi.
