Lindungi Pelajar dari Kabut Asap Karhutla, Desa Surian Hanyar Bagikan 150 Masker

  • Whatsapp

Jagadmedia.com, BANJAR – Kepedulian terhadap kesehatan pelajar di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Pemerintah Desa Surian Hanyar, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.

Senin (14/9/2026), Pemerintah Desa Surian Hanyar membagikan sebanyak 150 masker kepada para murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Surian Hanyar.

Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah sederhana yang dilakukan pemerintah desa untuk melindungi anak-anak dari paparan asap akibat Karhutla yang melanda wilayah Kecamatan Cintapuri Darussalam maupun sejumlah wilayah lain di Kabupaten Banjar.

Pambakal Desa Surian Hanyar, H. Birhansyah, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan para pelajar.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran.

“Kami ingin anak-anak tetap bisa beraktivitas dan belajar dengan aman. Karena itu, masker ini kami bagikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap Karhutla,” ujar H. Birhansyah.

Ia berharap para pelajar dapat menggunakan masker tersebut, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang baik akibat asap.

“Ini memang langkah sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu melindungi kesehatan anak-anak kita,” tambahnya.

Masker yang dibagikan kepada para pelajar tersebut merupakan bantuan dari Puskesmas Cintapuri Darussalam.

Langkah pencegahan ini dinilai penting mengingat dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama akibat paparan asap dan partikulat di udara.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, sejak minggu ke-27 hingga minggu ke-35 tahun 2026, atau periode 5 Juli hingga 5 September 2026, tercatat secara kumulatif sebanyak 9.718 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Di tengah kondisi tersebut, Pemdes Surian Hanyar mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk turut memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara sedang terganggu asap.

Bagi pemerintah desa, pembagian masker bukan sekadar membagikan alat pelindung, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama selama Karhutla masih terjadi.

Pos terkait