Jagadmedia.com, BANJAR – Tragedi kecelakaan beruntun yang merenggut dua nyawa di Jalan Ahmad Yani Km 7,4, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Sabtu (11/7/2026) malam, menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan berlalu lintas.
Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli menegaskan, setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, kecelakaan yang terjadi bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pelajaran agar masyarakat lebih disiplin saat berkendara.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sebuah mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi DA 1621 GE yang dikemudikan Muhammad Iqbal melaju dari arah Banjarmasin menuju Banjarbaru.
Mobil yang ditumpangi Muhammad Hanif Nur Wahid dan Muhammad Rizal itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak bagian belakang sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi DA 6378 GBX yang dikendarai Muhammad Jumadiannor bersama pemboncengnya, Putri Samaratul Husna. Kedua kendaraan saat itu melaju searah menuju Banjarbaru.
Benturan keras membuat Avanza kehilangan kendali hingga oleng ke sisi kiri jalan dan menghantam tiga bangunan atau stan berbahan kayu di tepi jalan.
Sementara itu, sepeda motor Yamaha NMAX terdorong ke depan akibat benturan dan kembali menabrak sepeda motor Yamaha Fino bernomor polisi DA 6185 BEH yang dikendarai Muhammad Fudzi Arianto. Rangkaian tabrakan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, dan satu korban lainnya luka ringan.
“Akibat kecelakaan tersebut terdapat dua korban meninggal dunia, tiga korban luka berat, dan satu korban luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar AKBP Dr. Fadli.
Kapolres mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh penyebab kecelakaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara kendaraan yang terlibat juga telah diamankan sebagai barang bukti.
Lebih dari sekadar mengungkap kronologi, AKBP Dr. Fadli mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Ia mengingatkan bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan saling menghormati antar sesama pengguna jalan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Perhatikan keamanan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, patuhi batas kecepatan, jaga jarak aman, dan selalu tertib berlalu lintas. Jangan sampai kelalaian sesaat berujung pada hilangnya nyawa,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata untuk menghindari sanksi hukum, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, keluarga, dan seluruh pengguna jalan.
Satlantas Polres Banjar pun mengajak masyarakat untuk terus membangun budaya tertib berlalu lintas agar angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Banjar dapat ditekan, sehingga tragedi serupa tidak kembali terulang.
