Bertahun-tahun Jadi Akses Warga, Jembatan Gantung Astambul Seberang Kini Mengkhawatirkan

  • Whatsapp

Jagadmedia.com, BANJAR – Jembatan gantung di Desa Astambul Seberang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, menjadi perhatian warga. Kondisinya mulai memprihatinkan karena lajur penyeberangan terlihat miring dan usia jembatan yang sudah cukup tua.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antarkawasan. Jembatan ini merupakan akses utama warga Desa Astambul Seberang untuk beraktivitas menuju kawasan Astambul Kota, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja hingga mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pambakal Desa Astambul Seberang, Sahruji saat ditemui Selasa (25/8/2026) mengatakan kondisi jembatan sudah cukup lama menjadi perhatian pemerintah desa. Terlebih, saat banjir terjadi tahun lalu, jembatan tersebut nyaris putus setelah dihantam ranting pohon yang terbawa derasnya arus sungai.

“Umurnya sudah agak tua. Waktu banjir tahun kemarin, jembatan hampir putus karena terkena ranting pohon akibat derasnya arus air,” ujar Sahruji.

Kondisi jembatan juga menjadi persoalan ketika warga membutuhkan pertolongan medis. Pasalnya, jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Bahkan kendaraan roda dua yang melintas pun tidak dapat berpapasan sehingga harus bergantian.

Menurut Sahruji, kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara lain ketika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

“Kalau ada warga yang sakit dan hendak dirujuk ke rumah sakit, pasien terpaksa digotong menggunakan gerobak karena mobil tidak bisa lewat jembatan,” katanya.

Situasi itu dinilai cukup menyulitkan warga, terutama ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Sahruji menyebut, pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali menyampaikan usulan pemugaran atau perbaikan jembatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan.

“Setiap tahun saat Musrenbang kecamatan, usulan pemugaran jembatan ini terus kami ajukan,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banjar dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jembatan tersebut pada 2027 mendatang.

Menurutnya, perbaikan jembatan sangat penting untuk memastikan akses warga tetap aman dan lancar.

“Kami berharap di tahun 2027 pemerintah daerah bisa memberikan perhatian kepada desa kami, khususnya untuk perbaikan jembatan ini,” harap Sahruji.

Bagi warga Desa Astambul Seberang, perbaikan jembatan bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kemudahan akses masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Termasuk memastikan warga tetap memiliki akses yang layak ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Pos terkait