Jagadmedia.com, BANJAR — Air bersih yang mengalir setiap hari kini menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Desa Astambul Seberang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibangun dari alokasi APBD Provinsi tahun 2020, sekitar 250 rumah tangga di tiga RT dapat menikmati pasokan air bersih secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Pamsimas menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
Pambakal Desa Astambul Seberang, Sahruji, mengatakan operasional Pamsimas saat ini berjalan optimal. Pasokan air bahkan tersedia selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Alhamdulillah terpenuhi ketersediaan air warga. Layanan berjalan 1×24 jam nonstop untuk memenuhi kebutuhan sekitar 250 rumah yang tersebar di 3 RT,” ujar Sahruji saat ditemui awak media, Selasa (25/8/2026) pagi.
Menariknya, keberlangsungan layanan tersebut ditopang melalui pengelolaan secara mandiri oleh masyarakat. Warga membayar iuran berdasarkan penggunaan air yang tercatat pada meteran.
Tarif yang diterapkan pun dibuat tetap terjangkau, yakni Rp3.000 per meter kubik. Dana yang terkumpul tidak diarahkan untuk mencari keuntungan, melainkan dikembalikan untuk menjaga agar layanan tetap berjalan.

“Sistem pembayarannya pakai kilometer, nilainya Rp3.000 per meter kubik. Hasil iuran tersebut digunakan untuk biaya operasional seperti pembayaran listrik, pembelian obat pembersih air, serta pemeliharaan alat,” jelasnya.
Menurut Sahruji, pengelolaan tersebut menjadi bentuk gotong royong warga dalam menjaga keberlangsungan fasilitas air bersih yang mereka manfaatkan bersama.
“Prinsipnya tidak mencari keuntungan lebih, yang penting operasional berjalan lancar dan tidak membengkak,” tambahnya.
Meski saat ini layanan berjalan baik, pemerintah desa tetap menyiapkan langkah antisipasi agar pasokan air bersih tidak terganggu di kemudian hari.
Salah satunya dengan mengusulkan bantuan tandon atau penampungan air baru. Pasalnya, tandon yang digunakan saat ini telah beroperasi selama beberapa tahun sehingga membutuhkan peremajaan.
Sahruji mengungkapkan, peninjauan terhadap usulan bantuan tersebut dijadwalkan dilakukan pada Kamis mendatang oleh pihak dinas terkait.
“Rencananya dalam waktu dekat, yaitu hari Kamis mendatang, akan ada peninjauan langsung terkait bantuan tandon air penampungan dari pihak dinas terkait,” katanya.
Ia berharap tandon baru dapat segera direalisasikan sehingga sistem penyediaan air bersih tetap terjaga dan mampu melayani kebutuhan warga secara optimal.
“Harapan kita penampungan ini bisa segera diganti agar kualitas penyaluran air bersih kepada warga tetap terjaga dan optimal,” pungkasnya.
Bagi warga Astambul Seberang, aliran air yang terus tersedia menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah program pembangunan dapat memberi dampak nyata ketika dikelola bersama. Kini, menjaga agar air tetap mengalir menjadi tanggung jawab bersama pemerintah desa dan masyarakat.









