Empat Korban Dievakuasi Lewat Udara, Dua Helikopter Dikerahkan dalam Operasi Virgo Transport 8

Jagadmedia.com, BANJARMASIN – Waktu terus berjalan. Namun, harapan untuk menemukan korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 belum berhenti. Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Selasa (15/9/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan lebih dari seribu personel untuk menyisir perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.

Sebanyak 129 orang masih dinyatakan belum ditemukan. Jumlah tersebut menjadi fokus utama operasi pencarian yang kini diperkuat dengan pengerahan unsur laut maupun udara.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan pencarian terus dimaksimalkan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kembali area pencarian yang dinilai memiliki peluang terbesar menemukan korban.

“Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar,” ujar Mohammad Syafii.

Besarnya jumlah korban yang masih dalam pencarian membuat operasi hari ketiga digelar dengan kekuatan cukup besar. Total 1.097 personel dilibatkan, terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, unsur kapal pendukung, tim udara serta potensi SAR lainnya.

Kekuatan tersebut didukung lima unit alat utama SAR udara dan 17 unit alat utama SAR laut. Penyisiran dilakukan pada area yang telah ditentukan dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan informasi di lapangan.

Dukungan pencarian dari udara juga diperkuat dengan pengoperasian pesawat Cessna 208 Caravan. Pesawat tersebut telah melaksanakan kegiatan pencarian dan tiba di Bandara Syamsudin Noor sekitar pukul 11.40 Wita.

Di tengah pencarian besar-besaran tersebut, sejumlah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Sebanyak 22 korban dalam kondisi selamat berhasil dievakuasi dan kemudian tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Sebelumnya, mereka dievakuasi oleh KM Cahaya Bahari Jaya sebelum kemudian ditransfer ke KRI Nala.

Evakuasi juga terus dilakukan terhadap korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pada pukul 11.23 Wita, helikopter HR-3601 tiba di Bandara Syamsudin Noor dengan membawa dua korban meninggal dunia yang sebelumnya dievakuasi dari TB Trans Coal Pacific.

Sekitar 30 menit kemudian, tepat pukul 11.55 Wita, helikopter AS-365 P-3013 kembali tiba di bandara dengan membawa dua korban meninggal dunia lainnya dari kapal yang sama.

Dengan tambahan tersebut, hingga hari ketiga operasi, total 114 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia.

Mohammad Syafii mengatakan, proses pencarian tidak hanya mengandalkan penyisiran di permukaan laut. Tim SAR juga terus memperbarui data dan mengevaluasi wilayah operasi berdasarkan kondisi lingkungan serta informasi terbaru yang diperoleh dari lapangan.

Setiap temuan menjadi bahan untuk mempersempit maupun menggeser area pencarian agar operasi dapat berjalan lebih efektif.

“Pencarian terhadap 129 korban yang belum ditemukan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Pergerakan kapal-kapal SAR dan dukungan pesawat menjadi bagian penting dalam operasi hari ketiga. Tim gabungan kini berpacu dengan waktu, sementara area pencarian terus disisir untuk menemukan korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi akan terus dilakukan dengan evaluasi berkala hingga seluruh informasi mengenai korban dapat diperoleh.

Pos terkait