Jagadmedia.com, BANJAR – Pergantian pimpinan di tubuh Polres Banjar bukan sekadar seremoni. Di bawah kepemimpinan Kapolres Banjar yang baru, AKBP Boni Ariefianto, sejumlah pekerjaan rumah dan agenda besar langsung menjadi perhatian.
Hal itu disampaikan Boni usai mengikuti acara pisah sambut Kapolres Banjar yang digelar di halaman Mapolres Banjar, Sabtu (12/9/2026).
Boni menegaskan, langkah awalnya sebagai Kapolres Banjar tidak akan diarahkan untuk mengubah seluruh program yang sudah berjalan. Sebaliknya, berbagai hal positif dan prestasi yang telah ditorehkan selama kepemimpinan AKBP Dr. Fadli akan menjadi pijakan untuk melanjutkan tugas ke depan.
“Alhamdulillah, hari ini saya sudah resmi bergabung bersama keluarga besar Polres Banjar. Hal-hal baik dan prestasi yang sudah diraih selama dipimpin AKBP Dr. Fadli tentu akan kita teruskan,” ujar Boni kepada awak media.
Namun, di balik keberlanjutan program tersebut, Boni juga langsung memetakan sejumlah tantangan yang harus segera ditangani. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menurutnya, penanganan Karhutla merupakan pekerjaan yang tidak bisa ditunda dan membutuhkan keseriusan seluruh pihak.
“PR yang masih berjalan akan kita tuntaskan. Kita akan fokus pada penanganan Karhutla, ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus kita selesaikan,” tegasnya.
Boni menyadari bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Pencegahan hingga penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi dan sinergi lintas sektor.
Selain Karhutla, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga menjadi perhatian penting. Polres Banjar mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda besar yang berpotensi mengundang konsentrasi massa dalam jumlah besar.
Salah satunya adalah agenda haul yang memiliki arti penting bagi masyarakat Banjar maupun Kalimantan Selatan secara umum.
“Kita mempersiapkan diri sejak dini untuk agenda Kamtibmas, khususnya agenda haul bagi masyarakat Banjar dan Kalimantan Selatan pada umumnya. Harapannya saat pelaksanaan nanti semua dapat berjalan baik dan lancar,” jelasnya.
Boni menekankan, keberhasilan menjaga keamanan daerah tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Dukungan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat serta warga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami memohon dukungan dari seluruh pihak, khususnya seluruh warga Kabupaten Banjar, pemerintah daerah, TNI, dan segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap terjamin,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Polres Banjar dihadapkan pada harapan untuk mempertahankan capaian yang sudah ada sekaligus bergerak cepat menghadapi tantangan baru, terutama Karhutla dan pengamanan berbagai agenda besar masyarakat.
Bagi Boni, sinergi menjadi kunci. Sebab keamanan Kabupaten Banjar bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi menjadi kepentingan bersama seluruh elemen masyarakat.
