Rembuk Stunting Desa Sumber Baru Perkuat Sinergi Cegah Stunting Sejak Dini

Jagadmedia.com, BANJAR – Komitmen mencegah dan menurunkan angka stunting terus diperkuat Pemerintah Desa Sumber Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Desa Sumber Baru Tahun 2026 yang digelar di Kantor Desa Sumber Baru, Senin (15/6/2026) pukul 10.00 Wita.

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menangani persoalan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu dan anak.

Rembuk Stunting diikuti berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari kader kesehatan desa, bidan desa, perwakilan lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga stakeholder terkait.

Forum berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai stunting, tetapi juga diajak berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan secara nyata di lingkungan masing-masing.

Sejumlah materi penting turut dibahas, di antaranya pentingnya penerapan pola makan bergizi dan seimbang, pemenuhan kebutuhan gizi anak, perawatan kesehatan ibu selama masa kehamilan, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Pambakal Desa Sumber Baru, Fahriadi, mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah desa maupun tenaga kesehatan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder memiliki peran masing-masing. Karena itu, melalui rembuk ini kita ingin menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama,” ujar Fahriadi.

Menurutnya, perhatian terhadap stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan. Edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, terutama dengan menjaga kesehatan ibu dan memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup.

Fahriadi berharap hasil Rembuk Stunting tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita ingin hasil rembuk ini menjadi langkah nyata. Bukan hanya membahas masalah, tetapi bagaimana bersama-sama mencari solusi dan melakukan pencegahan secara berkelanjutan. Harapannya, anak-anak di Desa Sumber Baru dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” katanya.

Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menekan risiko stunting.

Melalui semangat gotong royong tersebut, Desa Sumber Baru berkomitmen menjadikan pencegahan stunting sebagai perhatian bersama. Kesadaran masyarakat pun terus didorong agar pembentukan generasi yang sehat dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.

Rembuk Stunting Desa Sumber Baru Tahun 2026 akhirnya bukan sekadar forum untuk bertukar informasi, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan bersama dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat serta menyiapkan generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas.

Pos terkait