Jagadmedia.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Tidak hanya mengejar capaian fisik dan keuangan, Pemkab Banjar kini menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar menentukan langkah percepatan pembangunan.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Evaluasi Progres dan Percepatan Kegiatan Pembangunan Periode Agustus 2026 yang digelar Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar di Aula Barakat Martapura, Selasa (15/9/2026) pagi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea menegaskan, laporan progres pembangunan dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus benar-benar mencerminkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, ketepatan data sangat penting karena menjadi dasar pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi sekaligus mengambil keputusan terhadap kegiatan yang mengalami hambatan.
“Karena itu, data yang disampaikan harus akurat, tepat waktu dan sesuai kondisi riil di lapangan,” tegas Yudi.
Ia meminta seluruh OPD meningkatkan kedisiplinan dalam melakukan penginputan data. Monitoring dan evaluasi juga harus dilakukan secara rutin setiap bulan sehingga berbagai persoalan dapat diketahui lebih awal dan tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
Yudi juga mendorong setiap OPD menyusun action plan sebagai langkah konkret dalam menyelesaikan kegiatan yang mengalami keterlambatan.
Hambatan dalam proses pengadaan diminta segera dituntaskan. Sementara paket-paket strategis daerah harus mendapat perhatian dan menjadi prioritas dalam percepatan pelaksanaan pembangunan.
“Perkembangan kegiatan juga harus disampaikan secara berkala dan koordinasi antarperangkat daerah terus diperkuat,” ujarnya.
Di sisi lain, hasil evaluasi per 31 Agustus 2026 menunjukkan realisasi keuangan APBD Kabupaten Banjar berada di angka 60,79 persen dari target 78,82 persen.
Sementara realisasi fisik mencapai 72,75 persen, masih di bawah target sebesar 79,86 persen.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perangkat daerah untuk segera melakukan langkah percepatan, terutama terhadap kegiatan yang progresnya masih berada di bawah target.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banjar Heru Setiawan menjelaskan, evaluasi bulanan tersebut tidak hanya untuk melihat angka realisasi. Forum ini juga digunakan untuk memantau paket strategis serta mengetahui perkembangan belanja APBD, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa.
Dengan evaluasi secara berkala, pemerintah daerah dapat memetakan kegiatan yang sudah berjalan sesuai rencana maupun yang masih membutuhkan intervensi dan percepatan.
Rapat tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Dalam kesempatan yang sama, Sekda Banjar didampingi Kabag Administrasi Pembangunan menyerahkan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah OPD atas capaian kinerja mereka.
Pemkab Banjar berharap evaluasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian angka, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu dan dapat dipertanggungjawabkan.









