Jagadmedia.com, BANJAR – Puluhan warga Desa Cintapuri, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, rela mengantre membawa jeriken, ember hingga berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih.
Di tengah kemarau panjang, air menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi warga. Ketersediaan sumber air yang semakin terbatas membuat masyarakat RT 01 dan RT 02 Desa Cintapuri membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Bantuan air bersih disalurkan menggunakan mobil water treatment milik Sat Brimob Polda Kalimantan Selatan dan mobil water cannon milik Polres Banjar.
Begitu kendaraan pengangkut air tiba di lokasi, warga langsung berdatangan. Satu per satu jeriken dan wadah yang dibawa warga diisi air bersih untuk kemudian dibawa pulang ke rumah.
Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penopang di tengah kondisi sumber air yang mulai sulit diperoleh akibat kemarau panjang.
Pambakal Desa Cintapuri, Hj. Yuliani, mengatakan masyarakat saat ini memang sangat membutuhkan pasokan air bersih.
“Sekarang warga memang sangat membutuhkan air bersih. Kemarau panjang membuat sumber air yang biasa digunakan masyarakat mulai berkurang,” ujar Yuliani.
Menurutnya, bantuan air bersih dari Sat Brimob Polda Kalsel dan Polres Banjar sangat membantu warga, khususnya masyarakat RT 01 dan RT 02.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Yuliani berharap pendistribusian air bersih dapat kembali dilakukan apabila kemarau masih berlangsung dan kondisi sumber air warga belum pulih.
Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Cintapuri Hairani, mengatakan antusiasme warga cukup tinggi saat bantuan air bersih tiba. Warga datang dengan membawa wadah masing-masing untuk menampung air.
“Warga memang sangat membutuhkan air. Saat kemarau seperti ini, air sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap hujan segera turun sehingga sumber air di sekitar permukiman warga kembali tersedia dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air.
Antrean warga dengan jeriken dan ember tersebut menjadi gambaran betapa berharganya air bersih ketika kemarau panjang datang. Bagi masyarakat Cintapuri, bantuan yang disalurkan bukan hanya mengisi wadah, tetapi juga meringankan kebutuhan keluarga di tengah sulitnya mendapatkan air.
