PORSADIN VI Kabupaten Banjar Berujung Duka, Peserta 11 Tahun Asal Tapin Tewas Tenggelam

Jagadmedia.com, BANJAR – Suasana kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VI Tahun 2026 di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, berubah duka. Seorang peserta kafilah asal Kabupaten Tapin, Aurel (11), meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai, Sabtu (24/10/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius, terutama terkait pengawasan dan keselamatan anak-anak yang mengikuti kegiatan di luar lingkungan tempat tinggal mereka.

Informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 15.47 Wita. Sebelum musibah terjadi, korban bersama dua rekannya, Bilqis Almera dan Angga, diketahui mandi di sungai yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Diduga tidak memiliki kemampuan berenang, Aurel dan Bilqis mengalami kesulitan ketika berada di bagian tengah sungai yang masih cukup dalam, meskipun kondisi air secara umum sedang surut.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Bilqis berhasil diselamatkan, sedangkan Aurel ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kedua anak tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas Karang Intan 2 untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Kapolres Banjar AKBP Boni Arifianto melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penanganan setelah menerima laporan masyarakat mengenai insiden tersebut.

Menurutnya, personel Polsek Karang Intan segera mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian sekaligus membantu koordinasi proses penanganan bersama unsur terkait.

“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, panitia PORSADIN, tim SAR/BPBD dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepolisian juga melakukan pendataan terhadap korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta panitia penyelenggara untuk memastikan penanganan berjalan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, kejadian tersebut hendaknya menjadi perhatian bersama agar aspek keselamatan tidak diabaikan dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak peserta, khususnya anak-anak.

“Pengawasan terhadap aktivitas anak-anak harus menjadi perhatian serius, terlebih ketika berada di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti sungai. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar langkah pencegahan dan pengamanan lebih ditingkatkan,” pesannya.

Pos terkait