Kasus Dugaan Korupsi Belum Terang, AKBP Boni: Kami Akan Mitigasi PR yang Belum Selesai

Jagadmedia.com, BANJAR – Kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banjar hingga kini masih menjadi perhatian publik. Perkara yang proses penanganannya belum menemui titik terang itu kembali menjadi sorotan seiring bergantinya tongkat kepemimpinan di Polres Banjar.

Kapolres Banjar yang baru, AKBP Boni Ariefianto, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah (PR) penegakan hukum yang masih belum tuntas, termasuk perkara yang berkaitan dengan dugaan korupsi di lingkungan Damkar Kabupaten Banjar.

Pernyataan tersebut disampaikan AKBP Boni usai acara pisah sambut Kapolres Banjar di halaman Mapolres Banjar, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Boni, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pemetaan dan mitigasi terhadap sejumlah perkara yang masih berjalan maupun belum terselesaikan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap penanganan perkara memiliki kejelasan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Seperti yang telah kita sampaikan, tentunya kita akan melakukan mitigasi terhadap PR-PR yang belum selesai. Insya Allah, ke depan akan kita selesaikan,” ujar AKBP Boni Ariefianto kepada awak media.

Pernyataan Kapolres baru tersebut menjadi angin segar sekaligus perhatian baru bagi masyarakat yang selama ini menunggu kepastian terkait sejumlah kasus yang proses hukumnya belum diketahui perkembangannya secara jelas.

Termasuk dugaan kasus korupsi di lingkungan Damkar Kabupaten Banjar yang masih menjadi tanda tanya publik.

Pergantian pucuk pimpinan Polres Banjar diharapkan tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga membawa penyegaran dalam penanganan perkara-perkara yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Kepolisian menyatakan proses penanganan perkara akan dilakukan dengan mendalami berbagai data dan bukti, termasuk pemeriksaan terhadap saksi maupun pihak-pihak dari dinas terkait.

Untuk perkara dugaan korupsi di lingkungan Damkar, proses pendalaman menjadi bagian penting guna memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan penyidik.

Masyarakat pun kini menunggu langkah konkret Polres Banjar dalam mengurai perkara tersebut hingga terang.

Apakah kasus tersebut akan berlanjut ke tahap berikutnya atau justru dihentikan apabila tidak ditemukan bukti yang cukup, seluruhnya diharapkan dapat dijelaskan secara transparan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

Dengan kepemimpinan baru di tubuh Polres Banjar, harapan agar kasus-kasus yang selama ini menggantung tidak lagi menjadi tanda tanya semakin menguat.

Kini, bola berada di tangan aparat penegak hukum untuk membuktikan komitmen tersebut melalui proses penanganan yang profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Pos terkait