Turnamen E-Sport Bupati Banjar Jadi Ajang Pembuktian Talenta Muda

Jagadmedia.com, BANJAR — Perkembangan olahraga elektronik atau e-sport di Kabupaten Banjar terus menunjukkan geliat positif. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam Turnamen E-Sport Bupati Banjar 2026 yang mempertemukan puluhan tim dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Kalimantan Selatan.

Turnamen yang digelar Pengurus Kabupaten Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Banjar tersebut berlangsung di Aula Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Sabtu (22/8/2026) siang.

Tidak hanya diikuti tim asal Kabupaten Banjar dan sejumlah daerah di Kalsel, kompetisi ini juga diikuti peserta dari luar provinsi, salah satunya Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya daya tarik kompetisi e-sport yang digelar di Kabupaten Banjar.

Kegiatan secara resmi dibuka Bupati Banjar H. Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwansyah menyampaikan permohonan maaf Bupati Banjar karena belum dapat hadir langsung. Ia sekaligus membacakan sambutan kepala daerah yang memberikan apresiasi kepada ESI Kabupaten Banjar dan panitia penyelenggara.

Menurutnya, turnamen e-sport bukan sekadar ajang untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi secara positif.

“Pemerintah Kabupaten Banjar sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kompetisi seperti ini menjadi ruang yang baik bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan potensi mereka secara sportif,” kata Ikhwansyah.

Ia menilai perkembangan e-sport yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pembinaan yang terarah. Dari kompetisi seperti ini, diharapkan muncul atlet-atlet muda yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Banjar di berbagai tingkatan.

“Harapannya, dari turnamen ini akan lahir pemain-pemain potensial yang bisa terus dibina sehingga mampu berprestasi, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga provinsi, nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ikhwansyah juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, nilai sportivitas dan sikap saling menghargai tetap menjadi bagian penting dalam sebuah kompetisi.

“Silakan tampilkan kemampuan terbaik, tetapi tetap junjung sportivitas, fair play dan persaudaraan. Apapun hasil pertandingan, yang utama adalah mampu menghargai lawan dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan,” pesannya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua ESI Kabupaten Banjar, Muhammad Rovie, menjelaskan turnamen tahun ini diikuti 24 tim dengan total sekitar 96 atlet.

Para peserta bersaing dalam dua gim yang cukup populer di kalangan penggemar e-sport, yakni Free Fire dan Mobile Legends.

Untuk menjaga persaingan tetap kompetitif, panitia membagi peserta ke dalam dua grup. Masing-masing grup terdiri dari 12 tim.

“Dari masing-masing grup nantinya akan diambil enam tim terbaik. Jadi ada 12 tim yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak Grand Final,” jelas Rovie.

Pada babak puncak, ke-12 tim tersebut kembali bertanding dengan sistem perolehan poin. Tim yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi akan keluar sebagai juara pertama, disusul peringkat kedua dan ketiga.

Selain mengejar prestasi dan trofi, para peserta juga memperebutkan hadiah uang tunai jutaan rupiah.

Untuk kategori Free Fire, total hadiah yang disediakan mencapai Rp3 juta. Jumlah hadiah yang sama juga diberikan untuk kategori Mobile Legends.

“Untuk masing-masing kategori, juara pertama mendapatkan Rp1,5 juta, juara kedua Rp1 juta, dan juara ketiga Rp500 ribu. Selain uang pembinaan, pemenang juga mendapatkan trofi dan sertifikat,” terang Rovie.

Ia berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan semata, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan atlet e-sport di Kabupaten Banjar.

ESI Kabupaten Banjar, lanjutnya, akan terus berupaya membuka ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih luas.

“Kami ingin memberikan wadah bagi para gamers agar tidak hanya bermain, tetapi juga memiliki arah untuk berkembang menjadi atlet e-sport yang mampu berkompetisi secara profesional,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H. Irwan Jaya, Kapolres Banjar yang diwakili Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra, serta Sekretaris KONI Kabupaten Banjar Hasan Hamdan.

Pos terkait