Jagadmedia.com, BANJAR – Mewujudkan kehidupan lanjut usia (lansia) yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat membutuhkan kepedulian serta kerja sama semua pihak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop II Penyusunan Strategi Daerah Kelanjutusiaan yang digelar Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar bersama Pemerintah Kabupaten Banjar.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Inklusi PD ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar tersebut berlangsung di Aula Baiman Bapperida, Senin (26/10/2026). Workshop ini diikuti perwakilan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banjar serta sejumlah perwakilan kecamatan.
Workshop tersebut menjadi langkah lanjutan untuk merumuskan strategi yang lebih konkret dalam memberikan perhatian, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak lansia. Tidak hanya sebatas bantuan sosial, upaya ini juga diarahkan agar para lansia tetap memiliki kesempatan untuk berdaya, beraktivitas, dan berpartisipasi di tengah kehidupan masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Banjar dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Hj. Herlina Maulidah, menegaskan bahwa mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Menurutnya, diperlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, hingga keluarga.
“Kebutuhan lansia mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, lingkungan yang ramah lansia, hingga penghormatan dan pemenuhan hak-hak lanjut usia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Workshop II difokuskan untuk mempertajam pembahasan sekaligus menyempurnakan Matriks Strategi Daerah Kelanjutusiaan Kabupaten Banjar.
Melalui diskusi kelompok, setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan didorong memberikan masukan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing. Termasuk memperjelas penanggung jawab program, mitra pelaksana, indikator keberhasilan, serta target waktu pelaksanaan.
Dengan demikian, strategi yang disusun diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dapat diterapkan secara realistis, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan para lansia.
Sementara itu, Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar, Hj. Nadiyah, mengatakan workshop kedua ini merupakan bagian penting dari kesinambungan proses penyusunan strategi kelanjutusiaan yang sebelumnya telah diawali dengan lokakarya dan Workshop I.
Jika pada kegiatan sebelumnya para peserta berfokus memetakan persoalan, menggali potensi, dan menyamakan persepsi mengenai kondisi lansia di Kabupaten Banjar, maka workshop kali ini diarahkan untuk merumuskan langkah-langkah nyata.
“Melalui workshop kedua ini, tugas kita adalah merumuskan strategi yang aplikatif, terukur, dan memiliki dampak jangka panjang demi mewujudkan lingkungan yang ramah lansia, bermartabat, dan sejahtera,” ungkap Nadiyah.
Ia menegaskan, bagi ‘Aisyiyah, persoalan kelanjutusiaan bukan semata-mata urusan keluarga atau pemberian bantuan sosial. Lansia merupakan aset bangsa yang harus dihormati dan dipenuhi hak-haknya, baik dalam aspek kesehatan, spiritual, maupun ekonomi.
“Para lansia harus tetap berdaya dan bahagia di usia senja. Karena itu, hak-hak mereka perlu mendapat perhatian bersama agar dapat menjalani kehidupan dengan layak dan bermartabat,” tuturnya.
Nadiyah juga berharap kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, kalangan akademisi, organisasi mitra, maupun internal persyarikatan, semakin kuat sehingga strategi yang dihasilkan dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah yang inklusif.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, para narasumber, tim Program Inklusi PD ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui workshop ini, diharapkan Kabupaten Banjar semakin siap membangun lingkungan yang ramah terhadap lansia. Sebab, memberikan kehidupan yang layak dan bermartabat bagi generasi lanjut usia bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menghargai jasa dan perjalanan hidup mereka.
